Proses taaruf bukan sekadar saling kirim biodata lalu bertemu sekali. Inti dari taaruf adalah saling mengenal secara mendalam — dan itu hanya bisa terjadi lewat pertanyaan yang tepat.
Pertanyaan yang baik dalam taaruf bukan untuk "menginterogasi," melainkan untuk membantu kedua pihak menilai kecocokan secara jujur sebelum mengambil keputusan besar: menikah.
Berikut kumpulan pertanyaan taaruf yang bisa digunakan sebagai panduan.
PERTANYAAN SEPUTAR IBADAH DAN AGAMA
Pertanyaan-pertanyaan ini membantu menilai kondisi spiritual calon pasangan — salah satu faktor terpenting dalam Islam.
1. Bagaimana rutinitas shalat 5 waktu Anda? Apakah selalu berjamaah atau lebih sering sendiri?
2. Apakah Anda rutin membaca Al-Qur'an? Berapa halaman rata-rata per hari?
3. Puasa sunnah apa yang Anda jalani secara rutin (Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dll)?
4. Kajian atau majelis ilmu apa yang Anda ikuti saat ini?
5. Bagaimana pandangan Anda tentang peran agama dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari?
6. Apakah Anda memiliki hafalan Al-Qur'an? Berapa juz?
7. Bagaimana sikap Anda jika pasangan memiliki level ibadah yang berbeda dengan Anda?
8. Ustadz atau ulama siapa yang menjadi referensi Anda dalam belajar agama?
9. Apakah Anda aktif dalam kegiatan dakwah atau organisasi Islam?
10. Bagaimana pandangan Anda tentang pendidikan agama untuk anak?
PERTANYAAN SEPUTAR KELUARGA
Keluarga bukan hanya latar belakang — mereka akan menjadi bagian dari kehidupan rumah tangga Anda.
1. Bagaimana hubungan Anda dengan orang tua dan saudara kandung saat ini?
2. Seberapa sering Anda bersilaturahmi dengan keluarga besar?
3. Adakah kondisi keluarga yang perlu diketahui calon pasangan (misalnya orang tua sakit, kondisi ekonomi, dll)?
4. Bagaimana peran orang tua Anda dalam keputusan pernikahan Anda?
5. Apakah Anda memiliki tanggung jawab finansial terhadap keluarga asal?
6. Bagaimana pandangan Anda tentang hubungan dengan mertua setelah menikah?
7. Adakah nilai atau tradisi keluarga yang sangat penting bagi Anda?
8. Bagaimana cara keluarga Anda menyelesaikan konflik atau perbedaan pendapat?
PERTANYAAN SEPUTAR VISI PERNIKAHAN
Ini adalah inti dari taaruf — mengenal arah dan tujuan pernikahan masing-masing pihak.
1. Apa alasan utama Anda ingin menikah saat ini?
2. Seperti apa gambaran rumah tangga ideal yang Anda impikan?
3. Bagaimana pandangan Anda tentang peran suami dan istri dalam rumah tangga?
4. Apakah Anda ingin istri bekerja setelah menikah? Atau tetap di rumah?
5. Berapa jumlah anak yang Anda harapkan? Dan bagaimana rencana pendidikannya?
6. Di mana rencana tinggal setelah menikah — mandiri, dekat orang tua, atau bersama orang tua?
7. Bagaimana cara Anda mengambil keputusan besar dalam rumah tangga?
8. Apa hal yang paling Anda takutkan dalam pernikahan, dan bagaimana Anda berencana menghadapinya?
PERTANYAAN SEPUTAR FINANSIAL
Masalah finansial adalah salah satu penyebab utama konflik rumah tangga. Lebih baik dibahas sejak awal.
1. Bagaimana kondisi finansial Anda saat ini — penghasilan, tabungan, dan kewajiban?
2. Apakah Anda memiliki hutang yang perlu diketahui?
3. Bagaimana rencana pengelolaan keuangan keluarga setelah menikah?
4. Siapa yang akan mengelola keuangan rumah tangga — suami, istri, atau bersama?
5. Apakah Anda memiliki asuransi atau investasi?
6. Bagaimana pandangan Anda tentang gaya hidup — sederhana, menengah, atau tidak keberatan berlebih?
PERTANYAAN SEPUTAR KARAKTER DAN GAYA HIDUP
1. Bagaimana cara Anda mengelola emosi saat marah atau kecewa?
2. Apa hobi atau kegiatan yang menyita banyak waktu Anda?
3. Apakah Anda tipe introvert atau ekstrovert? Bagaimana ini memengaruhi kebutuhan waktu sendiri Anda?
4. Bagaimana Anda menghabiskan waktu luang ideal dalam seminggu?
5. Apa hal yang paling membuat Anda bahagia? Dan yang paling membuat Anda stres?
6. Adakah kebiasaan atau karakter dalam diri Anda yang menurut Anda perlu diketahui calon pasangan sejak awal?
TIPS MENJAWAB PERTANYAAN TAARUF
Jujur lebih baik daripada terlihat sempurna. Tujuan taaruf bukan meloloskan diri dari "seleksi," tetapi memastikan kecocokan yang nyata.
Beberapa prinsip dalam menjawab:
Pertama, jawab sesuai kondisi saat ini, bukan kondisi ideal. Jika shalat Anda belum sempurna, katakan dengan jujur dan tambahkan proses perbaikan yang sedang Anda lakukan.
Kedua, boleh minta waktu untuk menjawab. Tidak semua pertanyaan harus dijawab di tempat. Untuk pertanyaan sensitif seperti finansial atau kondisi keluarga, wajar jika membutuhkan pertimbangan terlebih dahulu.
Ketiga, ajukan balik pertanyaan yang sama. Taaruf bersifat dua arah. Jika Anda ditanya tentang kondisi ibadah, tidak salah untuk menanyakan hal yang sama.
Keempat, libatkan wali atau pendamping. Beberapa pertanyaan sensitif lebih nyaman disampaikan melalui perantara — terutama untuk pihak perempuan.