Move On

Self Love dalam Islam: Kunci Move On dan Kedamaian Hati

Ingin move on tapi hati masih sesak? Mungkin kamu lupa mencintai dirimu sendiri. Temukan makna self love dalam Islam dan tips praktisnya di sini.

Saung Taaruf·26 Mei 2026
=== Pentingnya Self Love Saat Sedang Move On === Menjalani proses move on seringkali terasa seperti mendaki gunung yang terjal. Ada rasa lelah, sesak, dan terkadang keinginan untuk menyerah. Seringkali, saat kita kehilangan seseorang atau mengalami kegagalan dalam hubungan, kita cenderung menyalahkan diri sendiri. Kita merasa tidak cukup baik, merasa gagal, atau bahkan merasa tidak layak untuk bahagia lagi. Di sinilah peran penting dari konsep self love atau mencintai diri sendiri. Namun, self love yang kita bicarakan di sini bukanlah self love yang dangkal atau bersifat narsistik, melainkan self love yang berakar pada nilai-nilai spiritual Islam. Dalam Islam, mencintai diri sendiri adalah langkah awal untuk bisa mencintai Allah dan sesama dengan cara yang benar. Bagaimana mungkin kita bisa menghargai pemberian orang lain jika kita tidak menghargai diri kita sendiri yang merupakan ciptaan terbaik dari Sang Khaliq? Move on bukan hanya tentang melupakan masa lalu, tetapi tentang membangun kembali hubungan yang sehat dengan diri sendiri dan Allah SWT. Ketika kamu mulai mencintai dirimu karena Allah, kamu akan menyadari bahwa nilai dirimu tidak ditentukan oleh siapa yang pergi atau siapa yang menetap dalam hidupmu, melainkan oleh bagaimana Allah memandangmu. Banyak orang terjebak dalam kesedihan yang berlarut-larut karena mereka membiarkan harga diri mereka hancur bersama berakhirnya sebuah hubungan. Mereka merasa 'kurang' karena ditolak atau ditinggalkan. Padahal, setiap manusia diciptakan dengan martabat yang tinggi. Dengan mempraktikkan self love yang Islami, kita sedang belajar untuk memulihkan martabat tersebut, melepaskan beban emosional yang tidak perlu, dan menyiapkan hati untuk menerima takdir terbaik yang telah Allah gariskan di masa depan. === Memahami Self Love dalam Pandangan Islam === Seringkali muncul pertanyaan, apakah boleh seorang Muslim mencintai dirinya sendiri? Bukankah kita harus rendah hati dan tidak boleh egois? Di sinilah kita perlu meluruskan pemahaman. Self love dalam Islam sangat berbeda dengan egoisme (ananiyah) atau kesombongan (takabbur). Islam mengajarkan kita untuk menjaga amanah, dan amanah yang paling dekat dengan kita adalah diri kita sendiri—fisik, mental, dan ruh kita. Mencintai diri sendiri dalam perspektif Islam berarti mensyukuri segala potensi dan bentuk yang telah Allah berikan. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Ketika kita merawat diri, menjaga kesehatan mental, dan memberikan waktu bagi jiwa untuk beristirahat, kita sebenarnya sedang menjalankan tugas sebagai hamba yang menghargai ciptaan-Nya. Self love adalah tentang tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa. Kita mencintai diri kita dengan cara menjauhkannya dari hal-hal yang dapat merusaknya, baik itu dosa, kebiasaan buruk, maupun pikiran-pikiran negatif yang menjauhkan kita dari rahmat Allah. Islam memandang manusia sebagai makhluk yang mulia. Oleh karena itu, merendahkan diri sendiri (self-deprecation) secara berlebihan hingga merasa putus asa dari rahmat Allah adalah hal yang dilarang. Kita diajarkan untuk bersikap tawadhu (rendah hati) di hadapan manusia, namun tetap memiliki izzah (kemuliaan diri) karena kita adalah hamba Allah yang Maha Mulia. Dengan memahami posisi ini, proses move on akan terasa lebih ringan karena kita tidak lagi bergantung pada validasi manusia, melainkan pada rida Allah semata. === Dalil Al-Quran dan Hadits Tentang Menghargai Diri === Keindahan Islam dalam mengatur kehidupan manusia terlihat dari bagaimana Al-Quran dan Hadits memberikan landasan bagi kita untuk menghargai diri sendiri. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tin ayat 4: لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." Ayat ini adalah pengingat luar biasa bagi siapapun yang merasa rendah diri atau merasa tidak berharga setelah mengalami kegagalan. Allah sendiri yang menyatakan bahwa kamu diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna. Kesempurnaan ini bukan hanya soal fisik, tapi juga potensi akal dan hati yang bisa membawa kita menuju derajat yang mulia. Jika Allah saja menghargai ciptaan-Nya, mengapa kita berani menghina diri sendiri dengan kata-kata kasar dan kebencian? Selain itu, dalam Surah Al-Isra ayat 70, Allah berfirman: وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ Artinya: "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam." Kemuliaan ini adalah anugerah yang melekat pada setiap manusia. Saat kamu sedang berjuang untuk move on, ingatlah bahwa kemuliaanmu tidak hilang hanya karena sebuah perpisahan. Kamu tetaplah hamba yang dimuliakan oleh Allah. Rasulullah SAW juga memberikan panduan praktis mengenai pentingnya memenuhi hak-hak diri dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: إِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا Artinya: "Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atas dirimu." Hadits ini mencakup luasnya aspek self-care. Tubuhmu berhak untuk istirahat, berhak untuk mendapatkan asupan yang halal dan baik, serta berhak untuk dijauhkan dari stres yang berlebihan. Memaksa diri untuk terus bersedih tanpa henti hingga jatuh sakit adalah bentuk pengabaian terhadap hak diri yang telah ditetapkan oleh syariat. === Mengapa Muslim Harus Berhenti Menghakimi Diri Sendiri? === Salah satu penghambat terbesar dalam move on adalah kebiasaan self-criticism atau menghakimi diri sendiri secara kejam. Kalimat-kalimat seperti 'Andai saja aku lebih baik', 'Ini semua salahku', atau 'Aku memang tidak pantas bahagia' seringkali muncul di benak. Dalam Islam, kata 'andai' (law) yang digunakan untuk menyesali takdir secara berlebihan dapat membuka pintu bagi setan untuk menanamkan keraguan dan keputusasaan. Menghakimi diri sendiri secara berlebihan menunjukkan kurangnya husnuzan (prasangka baik) terhadap rencana Allah. Kita harus menyadari bahwa setiap kejadian, sekecil apapun, berada dalam kontrol Allah (Qadarullah). Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan, itu bukan berarti kita buruk, melainkan Allah sedang mengalihkan kita dari sesuatu yang tidak baik bagi kita di masa depan. Belajar memaafkan diri sendiri adalah bagian dari iman. Jika Allah yang Maha Pengampun saja mau mengampuni hamba-Nya yang bertaubat, mengapa kita begitu sulit memaafkan diri sendiri atas kesalahan di masa lalu? Move on yang sehat dimulai dengan menerima kenyataan bahwa kita adalah manusia yang bisa salah dan bisa terluka. Berhenti membandingkan proses penyembuhanmu dengan orang lain. Setiap orang memiliki 'garis waktu' yang berbeda dalam hidupnya. Fokuslah pada perkembangan dirimu sendiri, sekecil apapun itu. Syukuri setiap langkah maju yang berhasil kamu ambil, karena itu adalah bukti bahwa Allah sedang menguatkanmu. === 7 Tips Praktis Praktik Self Love untuk Kamu yang Sedang Berjuang === Agar self love tidak hanya menjadi wacana, berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa kamu lakukan sebagai pejuang move on agar tetap sesuai dengan koridor Islami: 1. Perbanyak Istighfar dan Memaafkan Diri Sendiri. Mulailah setiap pagi dengan beristighfar. Bukan hanya untuk memohon ampun atas dosa, tapi untuk melepaskan beban di hati. Katakan pada dirimu, 'Aku memaafkan diriku atas ketidaktahuanku di masa lalu, dan aku siap melangkah lagi bersama Allah.' 2. Jaga Tubuh sebagai Amanah. Saat sedih, jangan biarkan dirimu berantakan. Tetaplah mandi tepat waktu, makan makanan yang bergizi, dan berolahraga ringan. Tubuh yang segar akan membantu pikiran tetap jernih. Ingat, menjaga fisik adalah bentuk ibadah. 3. Batasi Konsumsi Konten Media Sosial. Jika melihat kebahagiaan orang lain atau akun mantan membuatmu merasa rendah diri, ambil waktu untuk 'social media detox'. Lindungi hatimu dari hal-hal yang memicu rasa tidak bersyukur. 4. Praktikkan Qana’ah (Merasa Cukup). Fokuslah pada apa yang masih kamu miliki, bukan pada apa yang telah hilang. Buatlah daftar syukur setiap malam sebelum tidur. Kamu akan terkejut betapa banyaknya nikmat Allah yang selama ini tertutup oleh bayang-bayang kesedihan. 5. Perkuat Kedekatan dengan Allah melalui Ibadah. Self love paling tinggi adalah memberikan jiwa kita nutrisi berupa zikir dan tilawah Al-Quran. Dekatkan diri pada Sang Pemilik Hati. Hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang. 6. Cari Lingkungan yang Positif. Bergabunglah dengan komunitas yang memberikan energi positif dan dukungan spiritual. Hindari lingkungan yang hanya mengajakmu untuk mengeluh atau membicarakan keburukan masa lalu. 7. Belajar Berkata 'Tidak' pada Hal yang Merusak. Berani menolak permintaan orang lain yang merugikan mental atau imanmu adalah bentuk cinta pada diri sendiri. Kamu berhak melindungi energimu untuk hal-hal yang lebih bermanfaat bagi akhiratmu. === Kesimpulan: Kamu Berharga, Karena Allah yang Menciptakanmu === Pada akhirnya, self love dalam Islam adalah tentang kembali ke fitrah. Kamu adalah ciptaan Allah yang istimewa, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang menyertainya. Move on mungkin terasa berat sekarang, namun yakinlah bahwa proses ini adalah cara Allah untuk mendidik hatimu agar lebih kuat dan lebih bergantung hanya kepada-Nya. Jangan pernah biarkan masa lalu menentukan masa depanmu. Berikan dirimu kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan mencintai lagi—dimulai dengan mencintai dirimu sendiri karena Allah. Masa depan yang cerah menantimu di depan sana, dan kamu layak mendapatkannya. Teruslah melangkah, teruslah berproses, dan biarkan cahaya iman membimbing setiap langkahmu menuju kedamaian yang sejati. === Bergabung dengan Komunitas Saung Taaruf === Sedang berjuang move on dan ingin memulai langkah baru menuju pernikahan yang berkah? Kamu tidak perlu berjuang sendirian. Mari bergabung dengan komunitas Saung Taaruf di saungtaaruf.id. Di sini, kamu bisa menemukan teman perjalanan, edukasi pra-nikah yang Islami, dan lingkungan yang mendukung proses hijrahmu. Temukan jodoh impianmu dengan cara yang mulia dan sesuai syariat. Klik saungtaaruf.id sekarang dan mulailah perjalanan cintamu yang baru!

Ingin belajar lebih dalam tentang persiapan pernikahan?

Sekolah Siap Nikah hadir dalam 12 sesi online terstruktur — dari ilmu pra-nikah hingga taaruf yang syar'i.

Lihat Program →
Chat dengan Admin